PSMP Anggap Keputusan Komdis Bertentangan dengan Kode Disiplin

JawaPos.com – PS Mojokerto Putra (PSMP) menuntut keadilan atas keputusan yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Mereka memandang ada sejumlah kelemahan atas hukuman Komdis yang melarang PSMP berkompetisi pada musim depan.

PSMP dilarang tampil karena dianggap terlibat match fixing pada laga melawan Kalteng Putra, 3 dan 9 November 2018, Gresik United 29 September 2018, serta Aceh United pada 19 November 2018.

“Keputusan Komdis tidak didasarkan pada keputusan yang ada. Keputusan ini bertentangan dengan Kode Disiplin itu sendiri,” ucap kuasa hukum PSMP M Sholeh dalam konferensi pers di aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mojokerto, Rabu (26/12).

Sholeh mengatakan, dalam Kode Disiplin diterangkan bahwa orang yang dituduh punya hak untuk didengar atau melakukan pembelaan. “Dalam kasus ini PSMP tidak pernah dipanggil oleh Komdis. Ini kelemahan pertama,” sebut Sholeh, Rabu (26/12) siang.

Kemudian Sholeh menyinggung pasal 72 tentang manipulasi hasil pertandingan secara ilegal. Dalam pasal itu, menurut Sholeh, dicantumkan jika ada keterlibatan pengurus, maka selain klubnya, pengurus juga dihukum.

“Faktanya tidak ada satu pun pengurus klub PSMP yang tidak dihukum. Kenapa? Karena dalam keputusan itu tidak bisa dijelaskan siapa yang terlibat dalam pengaturan skor,” tegas mantan kuasa hukum Persebaya itu.

Sholeh menambahkan, selain analisis dari Genius Sport, Komdis PSSI seharusnya memanggil PSMP untuk meminta klarifikasi. Namun PSMP mengaku bahwa pemanggilan itu tidak pernah ada. Tahu-tahu ada putusan yang dijatuhkan kepada PSMP.

“Ini perseden buruk di mana ada orang dihukum tanpa pernah diberikan kesempatan melakukan pembelaan. Apalagi tuduhannya sangat sumir. Tuduhan match fixing ini sangat serius,” sesal Sholeh.

Editor      : Bagusthira Evan Pratama
Reporter : (saf/JPC)