Kerusuhan Pecah, Maradona Salahkan Presiden Argentina

JawaPos.com – Kekerasan yang dilakukan suporter River Plate pada Sabtu (24/11) kemarin turut menyita perhatian legenda sepak bola, Diego Maradona. Dia menilai kejadian tersebut merupakan tanggung jawab dari Presiden Argentina, Mauricio Macri.

Kericuhan yang dilakukan oleh suporter River Plate tidak hanya merugikan dunia sepak bola. Pasalnya kejadian tersebut juga diwarnai dengan penjarahan dan pencurian beberapa mobil yang terparkir di luar Stadion El Monumental.

Menurut Maradona, peristiwa itu terjadi karena bobroknya tingkat keamanan Argentina. Dia menilai hal itu tidak terlepas dari ketidakbecusan Presiden Macri dalam menjalankan tugasnya.

“Di Argentina tidak ada keamanan. Sangat menakutkan jika ingin pergi keluar, sayangnya saya harus berkata bahwa saya sangatlah Argentina. Macri benar-benar membuat kekacauan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Tycsport.

Maradona menambahkan bahwa semakin banyak tindak kriminalitas sejak di bawah pemerintahan Macri. Bahkan celah antara masyarakat miskin dan kaya semakin terbuka lebar.

“Banyak perampokan dimana-mana, orang-orang tidak bisa makan, hal itulah yang didapat dari pilihan masyarakat. Apakah dia akan peduli ketika anak lima tahun dapat makan di kawasan Lomas de Zamora, jika dia adalah anak miliarder? Bahkan dia tidak tahu apa itu lumpur,” sambungnya.

Berkaca dari hal tersebut Maradona menilai kepemimpinan Macri membawa Argentina ke kondisi yang terburuk. Sebab di masa sebelumnya tingkat keamanan Argentina tidak separah dibandingkan saat ini.

“Segala sesuatu sangatlah aneh. Di saat pemilihan, presiden melakukan kecurangan dengan penuh kebohongan, bukan aku karena aku tidak pernah memilih. Hari ini kita berada di masa lebih buruk dibandingkan sebelumnya. Tidak perlu diragukan, Presiden Macri membuatnya Argentina berada di masa terburuknya,” tutupnya.

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : (mat/JPC)