Sudah Pakai Deodoran Tetap Keringat Berlebih? Ini Alasan dan Solusinya

JawaPos.com – Orang yang menggunakan deodoran pasti menginginkan bagian ketiaknya terlepas dari keringat berlebih. Tapi tak jarang, ada yang mengeluh tetap keringat berlebihan walau sudah memakai deodoran.

Perlu diketahui, sifat deodoran memang digunakan bukan untuk mencegah keringat berlebih. Tetapi hanya menutupi bau yang dikeluarkan keringat tanpa ketika tubuh Anda tidak benar-benar bisa mengendalikannya. 

Untuk itu, seperti dilansir dari Womenshealth, Kamis (6/12), sebaiknya Anda mencari produk antiperspirant karena mengandung garam metalik yang bisa menghalau saluran keringat. Bahkan mengurangi jumlah keringat yang mencapai kulit.

Tapi jika Anda masih belum menemukan produk yang tepat, Anda bisa mengonsultasikannya pada dokter dan minta diberikan antiperspirant klinis yang lebih kuat untuk ketiak Anda.

Secara klini, keringat berlebih atau hiperhidrosis bisa diatasi dengan perawatan kesehatan. Seperti suntikan yang menghentikan keringat, iontoforesis, obat oral, operasi.

Perawatan suntikan ke area ketiak bisa membantu mengontrol gejala keringat berlebih. Yakni dengan memblokir sementara sinyal kimia dari saraf yang merangsang kelenjar keringat. Ketika kelenjar keringat tidak menerima sinyal kimia, keringat parah berkurang secara signifikan. 

Lalu perawatan iontophoresis, yang secara sementara mematikan kelenjar keringat dengan menggunakan perangkat arus listrik. Sementara itu, obat oral dapat memblokir sinyal kimia ke kelenjar keringat dan mengurangi keringat pada ketiak. Pilihan terakhir adalah operasi, ini kurang umum digunakan saat ini dan biasanya dilakukan untuk kasus-kasus paling ekstrim. 

(Inr/JPC)