Berutang Demi Eksistensi Diri, Kiat Ini Penting Buat Dipahami

JawaPos.com – Hadirnya beragam sosial media yang marak di semua lapisan usia membuat eksistensi diri semakin penting. Namun indahnya hidup yang dipamerkan dalam layar smartphone kadang tak seindah kenyataannya. Adanya fitur-fitur tertentu yang membiarkan pemilik leluasa berbagi kehidupan sehari-hari dapat mendorong standar gaya hidup seseorang menjadi lebih tinggi.

Hal ini yang akhirnya membuat si mpunya sosial media, yang tidak bijak, menjadi rentan untuk melakukan beragam cara demi eksistensi diri. Salah satunya adalah berutang. Perencana Keuangan Imelda Tarigan menuturkan gaya hidup di era sosial media memang mendorong seseorang untuk memiliki hidup yang ‘indah’.

Mereka bisa saja berutang tanpa berpikir panjang apa kegunaan utang itu sendiri. Imelda mengatakan idelanya orang berutang itu adalah untuk sesuatu yang produktif. Akan menjadi tidak sehat apabila orang berutang hanya demi memenuhi hasrat gaya hidup saja.

Berutang Demi Eksistensi Diri, Kiat Ini Penting Buat DipahamiIlustrasi gadget dan asosesories lainnya yang selalu melekat dengan kebutuhan manusia (DOK.PIXABAY.COM)

“Utang kalau hanya untuk konsumtif atau karena tidak percaya diri dengan gaya hidup itu tidak baik. Apalagi kalau tidak mampu bayar. Nanti ujung-ujungnya jadi masalah baru,” kata Imelda ditemui di Jakarta.

Apalagi, jika utang dilakukan hanya demi membeli barang-barang atau nongkrong di tempat-tempat fancy saja. Namun dalam ranah sosial media, kondisi seperti itu memang ada pengaruhnya dari sisi psikologis.

“Jadi nggak percaya diri kalau tidak punya tas baru seperti teman lainnya. Nggak PD kalau ponselnya ga semerek dengan teman lainnya. Padahal nilai diri seseorang itu lebih dari sekedar tas dan sepatu yang dipakainya. Secara psikologis memang banyak orang yang tidak ‘secure’ dengan dirinya sendiri dalam hal materialistik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Imelda mengatakan sejatinya sosial media bisa mendatangkan keuntungan. Misalnya, jika seorang travel vlogger, selebgram atau youtuber ingin membuat sebuah konten tetapi harus punya modal beli kamera baru. Tidak masalah jika mereka menggunakan utang sebagai instrumennya. Hal itu menjadi wajar jika setelah mereka membeli kamera akan didapatkan income yang lebih banyak dan mampu untuk melunasinya.

“Kalau utang buat beli kamera tapi nanti dia bisa pakai untuk ambil job fotografer dan menghasilkan lebih banyak uang itu tidak masalah. Atau utang buat makan meeting bareng klien tapi setelah itu proyeknya goals itu sih engga masalah banget dong,” tambah dia.

(uji/JPC)