Varian Miniatur Fotografi Pengaruhi Jasa Foto Pre Wedding

JawaPos.com – Varian miniatur fotografi ternyata menyerang jasa foto pre wedding. Tak butuh konsep yang rumit. Tinggal cekrek. Edit. Dan, wow. Hasilnya bikin geleng-geleng kepala.

’’Awalnya, ingin membuat foto pre wedding yang artsy. Tapi, tak perlu ribet dan jalan jauh,’’ kata Owner 1912 Project Maryo Pratama kepada Jawa Pos.

Varian Miniatur Fotografi Pengaruhi Jasa Foto Pre WeddingSalah satu karya prewedding dengan teknik miniatur dari 1912 project. (1912 Project for JawaPos.com)

Maryo membuka jasa fotografi dengan teknik miniatur bersama sang istri, Firda Amalia. Menurut dia, konsep fotografi yang diusung cukup simpel. Mayoritas lokasi pemotretan adalah outdoor.

Karena outdoor, jelas dong. Tantangannya adalah cuaca. Maryo menuturkan, jika hujan, dirinya dan tim menunggu hingga reda.

 Meski simpel, tidak berarti Maryo sembarangan dalam menciptakan seni dengan teknik fotografi itu. Dia menuturkan, tetap ada tema. Tema ditentukan konsumen. ’’Inginnya tema yang seperti apa. Nanti, kita bicarakan,’’ ucapnya.

 Kecuali konsumen bingung tema apa yang diusung. Maryo mengungkapkan, jika konsumen kebingungan, dia menyarankan tema yang berkaitan dengan hobi atau profesi konsumen agar ada value history-nya.

Selain cuaca, ternyata, ada tantangan lain. Tak jarang, properti yang sesuai permintaan klien tidak dimiliki 1912 Project. Otomatis, Maryo dan tim harus membeli properti yang dibutuhkan sesuai tema. ’’Kalau software, kami pakai Photoshop. Sudah ada kan. Jadi, bukan tantangan lah,’’ paparnya.

 Tertarik? Hehe. So, harganya berapa ya? Tenang. Tak membuat kantong Anda menjerit kok. ’’Murah sih. Dari harga Rp 1,2 juta sampai Rp 1,5 juta. Sekalian bantu teman-teman yang ingin prewed, tapi dengan harga murah,’’ jelas Maryo.

Harga tersebut ditawarkan Maryo sekaligus mencetak hasil foto. Jadi, konsumen menerima foto prewed yang telah dicetak dan di-frame. Anda juga bisa memilih untuk tak dicetak. Misalnya, hanya untuk feed Instagram.

Tercatat, konsumen yang paling jauh adalah Bali. ’’Harga yang di price list belum termasuk ongkos perjalanan ke Bali,’’ tambahnya.

Secara terpisah, Nur Novieldi, salah seorang pengguna jasa fotografi miniatur, menyampaikan alasan dirinya menggunakan miniatur fotografi untuk prewed. ’’Karena dasarnya sih mau yang unik dan nggak perlu pergi jauh-jauh. Sudah,’’ ungkapnya ketika dihubungi koran ini kemarin.

Tak perlu waktu lama, Noviel dan istri, Aulia Widiastuti, hanya menyisihkan waktu sehari untuk pemotretan. ’’Setelah itu, diserahkan ke 1912 Project untuk diedit,’’ katanya.

(sam/co4/nar)